Monday, November 4, 2013

MATERI DEBAT

TATA TERTIB PERLOMBAAN DEBAT ANTAR PERGURUAN TINGGI DI BANTEN
 

BAB I
KETENTUAN UMUM

PASAL I
ü   FEKAN SYARIAH, , adalah rangkaian acara FAKULTAS SAKIS yang meliputi kuliah umum, kompetisi rangking satu ,ipk award,bazaar , debat dll  yang diselenggarakan oleh Fakultas syariah IAIN smh banten
ü  Kompetisi Debat adalah bagian dari rangkaian kegiatan FEKAN SYARIAH yang diikuti oleh setiap peguruan tinggi di provinsi banten
ü  Panitia adalah orang yang ditunjuk hasil rapat bersama dema syariah  dan seruruh jurusan di fakultas syariah SMH banten
ü  Technical Meeting adalah pertemuan yang diikuti oleh seluruh tim sebelum perlombaan dimulai yang membahas sosialisasi sistem, teknis pertandingan dan pengundian posisi tim.
ü  Mosi adalah topik yang telah ditentukan oleh panitia yang telah diberikan sebelum kompetisi ini dimulai.
ü  Tim Pro adalah tim yang setuju dengan mosi yang sedang diperdebatkan.
ü  Tim Kontra adalah tim yang tidak setuju dengan mosi yang diperdebatkan.
ü  Moderator adalah panitia yang ditunjuk untuk mengatur jalannya pedebatan dalam suatu pertandingan.
ü  Time keeper adalah panitia yang ditunjuk untuk mengawasi alokasi waktu dalam suatu pertandingan.
ü  Dewan juri adalah pihak yang ditunjuk oleh panitia dan memiliki wewenang untuk memberikan penilaian sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh panitia.
ü  Penilaian adalah hasil pengamatan dewan juri terhadap jalannya pertandingan berupa skor yang diberikan setelah pertandingan debat berlangsung.
ü  Victory Point adalah skor yang ditentukan berdasarkan menang-kalah tim secara perkiraan atau presentasi dewan juri . Pada setiap tema
ü  Suporter adalah pendukung yang berasal dari salah satu Universitas asal peserta yang ikut tunduk terhadap tata tertib penyelenggaraan kompetisi debat yang ditentukan oleh panitia.


BAB II
PESERTA
Pasal 2
Ø  Peserta adalah mahasiswa/i di eprguruan tinggi di banten yang sudah di rekomendasikan
Ø  Setiap tim terdiri dari 3 (tiga) orang
Ø  Peserta dari semester 3 atau 7


          Pasal 3

Ø  Peserta wajib sudah terdaftar paling lambat seminggu  sebelum technical meeting dimulai.
Ø  Peserta diwajibkan hadir 10 (sepuluh) menit sebelum acara dimulai.


BAB III
TECHNICAL MEETING
    Pasal 4
Ø   Peserta yang telah terdaftar sebagai peserta  diwajibkan mengikuti technical meeting yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 november 2013 diDEMA SYAKIS  jam 2 siang
Ø   Technical meeting terdiri dari agenda sosialisasi tata tertib, sistem pelaksanaan kompetisi, teknik pelaksanaan, sistem penilaian dan pengundian nomor tim serta mosi yang akan diperdebatkan.
Ø  Technical meeting sekurang-kurangnya diikuti oleh 1 (satu) orang dari masing-masing tim.
Ø  Keputusan panitia dalam technical meeting bersifat mengikat.


BAB IV
SISTEMATIKA KOMPETISI

Pasal 5
Kompetisi ini terdiri dari 3  (tiga) babak pertandingan, yaitu:

Ø  Babak Penyisihan
Ø  Perempat pinal
Ø  Semi final
Ø  Babak Final.


Pasal 6

Ø  Babak penyisihan dilakukan dengan sistem grup yang masing-masing grup terdiri dari 3 (tiga) .
Ø  Penentuan grup akan dilakukan pada saat technical meeting sesuai dengan kopetensi pendidikan yang berkaitan dengan jurusannya :mua vs ekis dan js vs asy
Ø  Tim yang menag dalam babak penyisihan akan masuk ke babak semi final
Ø  Apabila dalam satu babak terdapat tim yang memiliki Victory Point yang sama, maka penentuan juara grup akan dilakukan dengan menambah mosi


Pasal 8

Ø  Setiap tim yang akan bertanding pada babak penyisahan/pertama dengan menggunakan sistem gugur.
Ø  Penentuan posisi dan mosi yang akan diperdebatkan akan dilakukan melalui pengundian dengan sisitem pengambilan soal lewat tempat yang disediakan (toples)sebelum pertandingan berlangsung.
Ø  Setiap tim babak terdapat 2  mosi
Ø  Setiap tim diberi 1 mosi
Ø  Setiap mosi di ambil di dalam toples yang di letakan di meja juri sesuai arahan moderator
Ø  Tim A dan tim B harus berbeda jawabanya (pro dan kontra)
Ø  Ketika salah satu tim meluarkan argument maka tim yang ke dua harus berbeda jawabannya dengan tim pertama yang mendapatkan waktu lebih dulu
Ø  Begitupun sebaliknya se telah mosi pertama


Pasal 9

Ø  Tim yang akan bertanding dalam babak final adalah tim yang memenangkan pertandingan pada babak penyisihan.dan semi final
Ø  Penentuan posisi tim akan dilakukan melalui pengundian sebelum pertandingan final berlangsung.
Ø  Tim yang memenangkan pertandingan adalah tim yang mengumpulkan victory poin terbanyak.
Ø      Pemenang pertandingan pada babak final akan menjadi juara I dan yang kalah menjadi juara II.







BAB V
TEKNIS DAN MEKANISME DEBAT
Pasal 10
Ø  Dalam setiap pertandingan terdapat 2 (dua) tim yang saling berhadapan, yakni Tim Pro dan Tim Kontra.
Ø  Masing-masing tim terdiri dari tiga pembicara yang bertindak sebagai pembicara pertama, pembicara kedua dan pembicara ketiga secara berurutan.

Pasal 11

Ø  Debat dibagi ke dalam 3 (tiga) babak, yaitu Opening Statement, perdebetan argumen dan Kesimpulan.
Ø  Opening statement dilakukan oleh Pembicara Satu Tim Pro dan Pembicara Satu Tim Kontra.
Ø  Bidasan dilakukan oleh Pembicara Dua Tim Pro, Pembicara Dua Tim Kontra,
Ø  Kesimpulan dilakukan oleh Pembicara tiga atau Pembicara tiga Tim Kontra
Ø  Urutan pembicara dan waktu bicara secara berurutan adalah:
           
Ø  Pembicara Satu Tim Pro memiliki waktu berbicara selama 1 menit;
Ø  Pembicara Satu Tim Kontra memiliki waktu berbicara selama 1 menit;
Ø  Pembicara Dua Tim Pro memiliki waktu berbicara selama 4 menit;
Ø  Pembicara Dua Tim Kontra memiliki waktu berbicara selama 4 menit;
Ø  Pembicara Tiga Tim Pro memiliki waktu berbicara selama 1 menit;
Ø  Pembicara Tiga Tim Kontra memiliki waktu berbicara selama 1 menit;
Ø  Pembicara satu tim boleh menambahkan /membantu teman jika waktu masih tersisa setelah ketentuan pembicara diatas


BAB V
TIME KEEPER
Pasal 12

Ø  Jalannya pertandingan debat akan diawasi oleh panitia yang bertugas sebagai Time Keeper.
Ø  Pada babak Opening Statement akan diberikan tanda bendera sebagai berikut:
ü  Bendera Kuning pada akhir menit ke 1
ü  Bendera Merah pada akhir menit ke 2 sekaligus menandakan berakhirnya waktu pembicara memaparkan argumen.
ü  Pada babak Bidasan (perdebatan argument) akan diberikan tanda bendera sebagai berikut:
*      Bendera Hijau pada awal menit ke-1 sekaligus menandakan dimulainya waktu interupsi.
*      Bendera Kuning pada akhir menit ke-3 sekaligus menandakan waktu untuk interupsi telah berakhir.
*      Bendera Merah pada menit ke-4 sekaligus menandakan berakhirnya waktu pembicara untuk memaparkan argumen.
v  Pada babak Kesimpulan akan diberikan tanda bendera sebagai berikut:
·         Bendera Kuning pada akhir menit ke-1.
·         Bendera Merah pada akhir menit ke-2 sekaligus menandakan berakhirnya waktu pembicara untuk menyampaikan argumen

BAB V
INTERUPSI
Pasal 13

Ø  Interupsi hanya diperkenankan pada babak bidasan.(perdebatan argumen)
Ø  Interupsi dilakukan dengan mengangkat tangan terlebih dahulu dan menyebutkan ‘interupsi’ sebanyak satu kali.
Ø  Interupsi baru diperkenankan apabila diterima oleh pembicara yang diinterupsi.
Ø  Rentang waktu untuk interupsi adalah mulai dari awal menit ke 1 hingga akhir menit ke-4
Ø  Waktu maksimal untuk menyampaikan interupsi adalah 30 detik.
Ø  Yang boleh menjawab interupsi hanyalah pembicara yang sedang memaparkan argumennya.
Ø  Interupsi maksimal disampaikan sebanyak-banyaknya 2x (dua kali) untuk masing-masing pembicara.

Pasal 14
Ø  Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 12 poin (1), (2), (3), (4), (5), (6) dan (7) akan menyebabkan pengurangan nilai oleh Dewan Juri.

BAB VI
PENJURIAN
Pasal 15
Ø  Dewan juri terdiri dari minimal 3 (tiga) orang dan/atau berjumlah ganjil pada masing-masing pertandingan.
Pasal 16

Ø  Aspek penilaian meliputi substansi (bobot skor 60%), cara penyampaian (bobot skor 30%), dan etika penyampaian (bobot skor 10%)
Ø  Rentang nilai yang diperkenankan untuk masing-masing pembicara adalah 70-100.
Pasal 17

Ø  Dewan Juri memiliki waktu 5 (lima ) menit untuk menentukan hasil pada setiap pertandingan.
Ø  Penentuan hasil pertandingan dilakukan di dalam ruangan Juri
Pasal 18
Ø  Ketentuan dari dewan juri bersifat mutlak, mengikat dan tidak dapat diganggu-gugat
        
   BAB VII
LARANGAN DAN SANKSI
Pasal 19

Ø  Setiap peserta dan suporter  dilarang membawa rokok, narkotika, minuman keras, senjata tajam atau senjata api lainnya ke lingkungan Fakultas syariah IAIN SMH BANTEN
Ø  Setiap peserta dan suporter dilarang menggunakan kata-kata kasar, tidak senonoh atau menyinggung SARA selama kegiatan debat berlangsung.
Ø  Setiap peserta dan supporter dilarang melakukan tindak kekerasan baik kepada panitia atau peserta lainnya.
Ø  Setiap peserta dan suporter dilarang melakukan tindakan yang dapat mengganggu konsentrasi peserta lain selama jalannya pertandingan.
Ø  Setiap peserta dan suporter dilarang menggunakan blitz selama pertandingan berlangsung.
Ø  Setiap peserta, suporter dan pembimbing dilarang mengaktifkan dering alat komunikasi atau alat elektronik lainnya.
Ø  Setiap peserta dilarang menggunakan alat elektronik pada saat pertandingan.dan juga buku materi kecuali catatan kosong
Pasal 20
Ø  Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 19 poin (1), (2), dan (3) dikenakan sanksi diskualifikasi dari kompetisi debat
Ø  Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 19 poin (4), (5), (6), (7) dan (8) dikenakan sanksi pengurangan nilai oleh Dewan Juri.
Ø  Setiap keterlambatan kehadiran peserta pada pertandingan sebanyak lebih dari 10 (sepuluh) menit, peserta akan dianggap walkout (WO) dan dinyatakan kalah dalam pertandingan tersebut.

BAB VIII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 21
Ø  Segala hal yang belum diatur dalam Tata Tertib ini akan ditetapkan kemudian oleh Panitia.

Pasal 22
Ø  Tata tertib ini berlaku dan mengikat seluruh peserta, suporter dan pembimbing sejak dimulainya rangkaian acara fekan  syariah ini.

























Persyaratan :
  1. Peserta lomba debat adalah mahasiswa aktif dari seluruh perguruan tinggi se-banten. Satu tim terdiri dari 3 orang yang berasal dari 1 universitas (boleh berbeda fakultas dan berbeda jurusan).
  2. Peserta harus melengkapi berkas-berkas perlombaan debat sebagai berikut (dalam satu berkas pengiriman):
Formulir pendaftaran dikirim ke email : muhamad.erdi@yahoo.co.id  (untuk mahasiswa) dan untuk pelajar ke : merilustianah@yahoo.co.id
  1. Membawa ktm pada pas untuk perlombaan
  2. Peserta di wajibkan memakai al-mamater pada saat perlomabaan
  3. Penyerahan semua persyaratan paling lambat tanggal 15 November.
  4. Persyaratan ini berlaku untuk mahasiswa dan pelajar.


















Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Panitia pekan syariah
mochamad erdi (085697200351) ifan faizi (081806394457)
Kunjungi juga blog penyelenggara (generation-chuex.blogspot.com)





                                                                                                                                                                                                                                                 FORMULIR PENDAFTARAN DEBAT PEKAN SYARIAH SMH BANTEN

No
Nama
NIM/Universitas
HP
1.



2.



3.









                                                        





*untuk format pengiriman file: nama universita./Perihal debat hokum. Contoh : IAIN BANTEN/DEBAT HUKUM




MATERI DEBAT
  A.MATERI BABAK PENYISIHAN
1.      BANK SYRIAH ITU LEBIH SULIT DARI BANK KONVESIONAL
2.      SIAPKAH INDONESIA MENGHADAPI PASAR GLOBAL
3.      PENGRHAPUSAN TENAGA KERJA OURSORSING
4.      BISAKAH ZAKAT MENGGANTIKAN PAJAK DI INDONESIA
5.      SETUJUKAH HUKUMAN MATI DI BERLAKUKAN BAGI KORUPTOR
6.      SETUJUKAH UN DIHAPUSKAN
7.      SETUJUKAH UU PERKAWINAN BEDA AGAMA DI SAHKAN
8.      SETUJUKAN PENGHAPUSAN RUU DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY)
9.      PENGHILANGAN GRASI ,AMNESTI,ABOLISI UNTUK TERPIDANA KASUS KORUPSI
10.  SETUJUKAH SYIAH DI USIR ,KEMANA HAK BERWARGANEGARA
11.  PEMBERLAKUAN MEKANISME IMPEACHMENT KEPADA KEPALA DAERAH OLEH DPRD.
12.  DINASTI POLITIK BOLEH /TIDAK (UU)
13.  MEROKOK MENYEBABKAN KUALITAS ANAK BANGSA MENURUN.
B.MATERI BABAK PER EMPAT FINAL :
1.      DEMI INDONESIA RAPIH DI MATA INTERNASIONAL SETUJUKAH  PARA PKL PEDAGANG KAKI  5 DI GUSUR
2.      SETUJUKAH ARTIS NYALEG (BERPOLITIK)
3.      TERKAIT HAM SETUJUKAH DISAHKANNYA PERNIKAHAN ANTAR JENIS
4.       SINETRON LEBIH BANYAK KOMERSIALISASI DARI PADA EDUKASI
5.       TERLALU BANYAK,SETUJUKAH PARTAI KECIL DI HAPUSKAN ( KARENA PERTAI BESAR SUDAH PASTI MENANG )  
6.      SETUJUKAH UU PONOGRAPI DI BERLAKUKAN
7.       SENAT MAHASISWA(PRO) /BEM MAHASISWA(PRO).  (DEMOKRASI DI KAMPUS …!)
C.SEMI FINAL
1.      SETJUKAH UMR 3,7 JUTA /BULAN
2.      KUNJUNGAN DEWAN KELUAR NEGRI
3.      SETUJUKAH PAJAK DI BERLAKUKAN PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH
4.      INDONESIA TANPA SUBSIDI BBM
D.FINAL
1.      SETUJUKAH PEMILU PILKADA DI HAPUS KAN ( BERMANFAAT/MUBAJIR)
2.      SETUJUKAH BBM DINAIKAN
3.      PEMBUBARAN ORMAS ANARKIS







DAFTAR NAMA KAMPUS YANG MENGIKUTI LOMBA DEBAT SE BANTEN :
A.TANGERANG :
1.      UNIS (UNVESITAS ISLAM SYEKH MANSUR)
2.      UMT (UNVERSITAS MUHAMADIYAH TANGERANG)
B.KAB/KOTA SERANG :
1.      UNTIRTA (UNIVERSITAS AGENG TIRTAYASA )  
2.      BINA BANGSA
3.      UPI (UNVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA )
4.       UNSERA (UNVESITAS SERANG RAYA )
5.      IAIN SMH BANTEN (INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI SMH BANTEN )
6.      .IAIB  (INSTITUT AGAMA ISLAM  BANTEN)
7.      .UNBAJA (UNIVERSITAS BANTEN JAYA )
C.CILEGON :
1.      STEI AL-KHAIRIAH
 D.LEBAK :
1.      LATANZA MASHIRO
PANDEGLANG :
1.      UNMA (UNIVERSITAS MAFTAHUL ANWAR)












Saturday, December 15, 2012

Sejarah perekonomian Indonesia masa orde lama (1945-1966)


BAB I
Pendahuluan
a.      Latar belakang
Setelah akhirnya pemerintah Belanda mengakui secara resmi kemerdekaan Indonesia , selama dekade 1950-an hingga pertengahan tahun 1965 Indonesia dilanda gejolak politik di dalam negeri dan beberapa pemberontakan di sejumlah daerah seperti di Sumatera dan Sulawesi. Akibatnya selama pemerintahan Orde Lama , keadaan perekonomian Indonesia sangat buruk.
Selain laju pertumbuhan ekonomi yang menurun terus sejak tahun 1958 , dari tahun ke tahun defisit saldo neraca pembayaran (BoP) dan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus membesar. Selain itu selama periode Orde Lama , kegiatan produksi di sekitar sektor pertanian dan sektor industri manufaktur berada pada tingkat yang sangat rendah karena keterbatasan kapasitas produksi dan infrastruktur pendukung , baik fisik maupun non-fisik seperti pendanaan dari bank. Rendahnya volume produksi dari sisi suplai dan tingginya permintaan akibat terlalu banyaknya uang beredar di masyarakat.










BAB II
Pembahasan

A.    Sejarah perekonomian Indonesia masa orde lama (1945-1966)
Pada awal kemerdekaan, pembangunan ekonomi Indonesia mengarah perubahan struktur ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional, yang bertujuan untuk memajukan industri kecil untuk memproduksi barang pengganti impor yang pada akhirnya diharapkan mengurangit ingkat ketergantungan kepada Negara lain.[1]
Masa orde lama dimulai dari tanggal 17 Agustus 1945 saat Indonesia merdeka. Pada saat itu,keadaan ekonomi Indonesia mengalami stagflasi (artinya stagnasi produksi atau kegiatan produksi terhenti pada tingkat inflasi yang tinggi). Indonesia pernah mengalami sistem politik yang demokratis yakni pada periode 1949 sampai 1956. Pada tahun tersebut, terjadi konflik  politik yang berkepanjangan dimana rata-rata umur kabinet hanya dua tahun sehingga pemerintah yang berkuasa tidak fokus memikirkan masalah-masalah sosial dan ekonomi yangterjadi pada saat itu. Selama periode 1950an struktur ekonomi Indonesia masih peninggalan jaman kolonial, struktur ini disebut dual society dimana struktur dualisme menerapkan diskriminasi dalam setiap kebijakannya baik yang langsung maupun tidak langsung.Keadaan ekonomi Indonesia menjadi bertambah buruk dibandingkan pada masa penjajahanBelanda.


B.     Keadaan erekonomi pada mas aorde lama
Sejak tahun 1955, pembangunan ekonomi mulai meramba ke proyek-proyek besar. Hal ini dikuatkan dengan keluarnya kebijakan Rencana Pembangunan Semesta Delapan Tahun (1961). Kebijakan ini berisi rencana pendirian proyek-proyek besar dan beberapa proyek kecil untuk mendukung proyek besar tersebut. Rencana ini mencakup sektor-sektor penting  dan  menggunakan perhitungan modern. Namun sayangnya Rencana Pembangunan Semesta Delapan Tahun ini tidak berjalan atau dapat dikatakan  gagal karena beberapa sebab seperti adanya kekurangan devisa untuk menyuplai modal serta kurangnya tenaga ahli.
Perekonomian Indonesia pada masa ini mengalami penurunan atau memburuk. Terjadinya pengeluaran besar-besaran yang bukan ditujukan untuk pembangunan dan pertumnbuhan ekonomi melainkan berupa pengeluaran militer untuk biaya konfrontasi Irian Barat, Impor beras, proyek mercusuar, dan dana bebas (dana revolusi) untuk membalas jasa teman-teman dekat dari rezim yang berkuasa. Perekonomian juga diperparah dengan terjadinya hiperinflasi yang mencapai 650%. Selain itu Indonesia mulai dikucilkan dalam pergaulan internasional dan mulai dekat dengan negara-negara komunis.
Setahun setelah pemerintahan Belanda mengakui kedaulatan RI, tepatnya pada tahun 1950, obligasi Republik Indonesia dikeluarkan oleh pemerintah. Peristiwa ini menandai mulai aktifnya kembali pasar modal Indonesia.
Didahului dengan diterbitkannya Undang-undang Darurat No. 13 tanggal 1 September 1951, yang kelak ditetapkankan sebagai Undang-undang No. 15 tahun 1952 tentang Bursa, pemerintah RI membuka kembali Bursa Efek di Jakarta pada tanggal 31 Juni 1952, setelah terhenti selama 12 tahun. Adapun penyelenggaraannya diserahkan kepada Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE) yang terdiri dari 3 bank negara dan beberapa makelar Efek lainnya dengan Bank Indonesia sebagai penasihat.
Sejak itu Bursa Efek berkembang dengan pesat, meskipun Efek yang diperdagangkan adalah Efek yang dikeluarkan sebelum Perang Dunia II. Aktivitas ini semakin meningkat sejak Bank Industri Negara mengeluarkan pinjaman obligasi berturut-turut pada tahun 1954, 1955, dan 1956. Para pembeli obligasi banyak warga negara Belanda, baik perorangan maupun badan hukum. Semua anggota diperbolehkan melakukan transaksi abitrase dengan luar negeri terutama dengan Amsterdam.
Namun keadaan ini hanya berlangsung sampai pada tahun 1958, karena mulai saat itu terlihat kelesuan dan kemunduran perdagangan di Bursa. Hal ini diakibatkan politik konfrontasi yang dilancarkan pemerintah RI terhadap Belanda sehingga mengganggu hubungan ekonomi kedua negara dan mengakibatkan banyak warga negara Belanda meninggalkan Indonesia.
Perkembangan tersebut makin parah sejalan dengan memburuknya hubungan Republik Indonesia dengan Belanda mengenai sengketa Irian Jaya dan memuncaknya aksi pengambil-alihan semua perusahaan Belanda di Indonesia, sesuai dengan Undang-undang Nasionalisasi No. 86 Tahun 1958.
 Tingkat inflasi pada waktu itu yang cukup tinggi ketika itu, yakni mencapai lebih dari 300%, makin menggoncang dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pasar uang dan pasar modal, juga terhadap mata uang rupiah yang mencapai puncaknya pada tahun 1996.
Penurunan ini mengakibatkan nilai nominal saham dan obligasi menjadi rendah, sehingga tidak menarik lagi bagi investor. Hal ini merupakan pasang surut Pasar Modal Indonesia pada zaman Orde Lama.

C.    Tokoh dan  Kbinet-kabinet pada masa orde lama

Berikuti ini adalah tokoh – tokoh Negara yang berperan dalam perekonomian di Indonesia selama masa orde lama, antara lain :
1.      Kabinet wilipo : Untuk pertama kalinya memperkenalkan konsep anggaran berimbang dalam APBN, memperketat impor, malakukan “rasionalisasi” angkatan bersenjata melalui medernisasi dan pengurang jumlah personil, dan pengiritan pengeluaran pemerintah
2.      Kabinet ampera :
3.      Kabinet hatta : reformasi moneter melalui devaluasi mata uang nasional yang pada saat itu masih gulden dan pemotongan uang sebesar 50% atas semua uang kertas yang beredar pada bulan Maret 1950 yang dikeluarkan oleh De Javasche Bank yang bernilai nominal lebih dari 2,50 gulden Indonesia
4.      Kabinet Sukiman : Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia (BI) dan penghapusan system kurs berganda
5.      Kabinet juanda : Pada masa Kabinet Djuanda : dilakukan pengambilan (nasionalisasi) perusahaan-perusahaan Belanda.[2]
6.      Kabinet Natsir : untuk pertama kalinya dirumuskan suatu perencanaan pembangunan ekonomi, yang disebut Rencana Urgensi Perekonomian (RUP)[3]
7.      Pemilu 1995

D.    Konsep dan istem ekonomi pada masa orde lama
Selama masa orde lama, berbagai sistem ekonomi telah mewarnai perekonomian Indonesia, antara lain :
1.                  Sistem ekonomi Pancasila & Ekonomi Demokrasi : Awal Berdirinya RI
2.                  Liberalisme : Awal 1950an1957an
3.                  Sistem Etatisme[4] : Awal 1958an – orde baru
Selama masa tersebut, telah dibentuk beberapa program dan rencana perekonomian guna meningkatkan kualitas perekonomian di Indonesia. Diantara program – program tersebut adalah :
a.                   Program Banteng tahun 1950, yang bertujuan membantu pengusaha pribumi
b.                  Program / Sumitro Plan tahun 1951
c.                   Rencana Lima Tahun Pertama, tahun 1955 -1960
d.                  Rencana Delapan Tahun
Namun demikian kesemua program dan rencana tersebut tidak memberikan hasil yang berarti bagi perekonomian Indonesia. Beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan adalah :
Program-program tersebut disusun oleh tokoh-tokoh yang relatif bukan bidangnya, namun oleh tokoh politik, dengan demikian keputusan-keputusan yang dibuat cenderung menitik beratkan pada masalah politik, dan bukannya masalah ekonomi. Hal ini dapat dimengerti mengingat pada masa-masa ini kepentingan politik tampak lebih dominan, seperti mengembalikan negara Indonesia ke negara kesatuan, usaha mengembalikan Irian Barat, menumpas pemberontakan di daerah-daerah, dan masalah politik sejenisnya. Akibat lanjut dari keadaan di atas, dana negara yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi, justru dialokasikan untuk keperluan perang atau militer.[5]











BAB III
Penutup

A.    Kesimpulan
Masa orde lama dimulai dari tanggal 17 Agustus 1945 saat Indonesia merdeka, Sejak tahun 1955, pembangunan ekonomi mulai meramba ke proyek-proyek besar. Hal ini dikuatkan dengan keluarnya kebijakan.
Setahun setelah pemerintahan Belanda mengakui kedaulatan RI, tepatnya pada tahun 1950, obligasi Republik Indonesia dikeluarkan oleh pemerintah. Peristiwa ini menandai mulai aktifnya kembali pasar modal Indonesia.










Daftar pustaka


·         Thee Kian Wie (editor). Pelaku Berkisah, Ekonomi Indonesia 1950-an sampai 1990-an, PT. Kompas Gramedia Utama, Jakarta. Hlm. 106-107
·         Prof.Dr.Tulus T.H. Tambunan , Kajian Teoretis dan Analisis Empiris , Galia Indonesia : Jakarta.


[2]Thee Kian Wie (editor). Pelaku Berkisah, Ekonomi Indonesia 1950-an sampai 1990-an, PT. Kompas Gramedia Utama, Jakarta. Hlm. 106-107
[4]Etatisme adalah suatu paham dalam pemikiran politik yang menjadikan negara sebagai pusat segala kekuasaan. Negara adalah sumbu yang menggerakkan seluruh elemen politik dalam suatu jalinan rasional, yang dikontrol secara ketat dengan menggunakan instrumen kekuasaan.
[5]Prof.Dr.Tulus T.H. Tambunan , Kajian Teoretis dan Analisis Empiris , Galia Indonesia : Jakarta.

Thursday, November 1, 2012

Manfaat TIK dalam kehidupan sehari-hari


Manfaat TIK dalam kehidupan sehari-hari
Manfaat komputer dalam kehidupan sehari- hari sangat banyak dan sangat membantu, mempermudah , mempecepat pekerjaan –pekerjaan manusia diantaranya adalah   :

1.      Bidang Pendidikan
Dengan  adanya komputer mempermudah bagi pegawai administrasi  sekolah untuk membuat kurikulum pengajaran , jadwal pelajaran sekolah, membuat daftar nama siswa , membuat daftar nilai siswa , membuat absen siswa , membuat perhitungan gaji pegawai dan membuat perencanaan pengajaran bagi guru-guru sekolah.
Mengakses Informasi pendidikan lewat Internet. Seiring perkembangan jaman Internet telah merambah sekolah-sekolah setingkat kecamatan,sehingga akses informasipun semakin mudah diperoleh untuk kemajuan pendidikan tiap-tiap sekolah.
2. Bidang Kesehatan
Mempermudah Dokter dan Perawat dalam memonitor kesehatan pasien monitor detak jantung pasien lewat monitor komputer, aliran darah , memeriksa organ dalam pasien dengan sinar X. Sebagai contoh saat perawatan Almarhum Mantan Presiden Soeharto di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, tahun 2008. Dengan teknologi modern bisa memonitor, bahkan menggantikan fungsi organ dalam seperti Jantung, Paru-paru dan Ginjal. Itu merupakan teknologi kesehatan yang digabungkan dengan teknologi Informasi dan Komputer. 
3.Bidang Transportasi
Dengan komputer semua jadwal dan jalur penerbangan yang transit dibandara bisa di program dan dijadwalkan dengan komputer. Untuk menerbangkan sendiri pesawat dilengkapi dengan peralatan komputer. Bahkan setelah mencapai ketinggian tertentu pesawat bisa di terbangkan otomatis dengan pilot otomatis yang sudah diprogram di dalam kmputer.
Dengan komputer, narigasi kapal laut  bisa ditentukan koordinat dan arah gerak kapal. Demikian juga penjualan tiket di Bandara , Stasiun , Dan Terminal Bus di layani dengan cepat menggunakan komputer. 
4.Bidang Jasa Pengiriman Barang
Kantor Pos bisa mengirimkan dokumen pengiriman barang lebih cepat dan akurat.Dengan adanya komputer dan internet orang tidak lagi menunggu berhari-hari menerima surat, cukup lewat email saja lebih cepat dalam sekejap , jadi dunia menjadi semakin sempit dalam arti bisa diakses sedemikian cepatnya.
5.      Bidang industri Otomotif
Mobil-mobil di buat dari kerangka body, mesin, peralatan elektronik di pabrik dengan bantuan robot yang dikendalikan oleh komputer dengan leih akurat. Dengan bantuan komputer pabrik-pabrik otomotif bisa memproduksi mobil dalam jumlah ratusan perbulan, yang tidak mungkin dikerjakan secara manual dengan tenaga manusia. 
6. Bidang Jasa Konstruksi
Dengan komputer para Insiyur dan Arsitek mendesain gambar konstruksi dengan pemodelan dan perhitungan yang akurat, cepat dan tepat. Gambar kontruksi didesain menggunakan program CAD, sedangkan untuk perhitungan analisis dan penganalisa kekuatan menggunakan program SAP2000 atau STAD III yang dioperasikan dengan bantuan komputer.
7.      Bidang Jasa Percetakan
Percetakan koran, majalah , buku-buku, semua dikerjakan dengan mesin yang di operasikan oleh komputer sehingga dalam waktu singkat bisa mencetak buku atau majalah atau koran dalam jumlah ratusan bahkan jutaan exemplar, bisa menghemat waktu dan biaya, seandainya dikerjakan dengan manual oleh manusia, butuh berapa ribu orang untuk mengetik di kertas koran dan perlu berapa lama untuk menyelesaikan, keburu berita menjadi basi dantidak up-to date lagi. 
8. Bidang Industri Perfilman
Semua efek-efek di dunia akting , animasi, dan penyotingan adegan film semua di rekam dengan perangkat elektronik yang dihubungkan dengan komputer. Animasinya juga di kembangkan mempergunakan animasi yang dibuat dengan aplikasi komputer. Sebagai contoh film-film Hollywood  berjudul TITANIC itu sebenarnya tambahan animasi untuk menggambarkan kapal raksasa yang pecah dan tenggelam, sehingga tampak menjadi seolah-olah mirip dengan kejadian nyata. 
9. Bidang Industri Rekaman
Bahwa untuk menghasilkan suara yang bagus perlu pengaturan perekam dan modifikasi suara dengan media komputer, serta mencetak lagu-lagunyapun di bantu dengan system komputer. Untuk mencetak album kedalam VCD atau DVD perlu bantuan pogram komputer untuk memproses pembuningan atau pembakaran CD sehingga bisa merekam suara dengan kualitas sangat tinggi. 
10. Bidang Pertahanan dan Keamanan
Negara maju seperti Amerika telah dilengkapi dengan peralatan satelit yang dikendalikan dari Bumi, untuk memantau serta memetakan keadaan dipermukaan Bumi, pada Perang dunia II dan yang terakhir dengan Irak , Amerika menggunakan Jaringan Inteligen yang dilengkapi dengan Teknologi komputer dan Informasi modern sehingga bisa mengalahkan lawan-lawanya. 
11. Bidang Olah Raga
Pertandingan sepak bola piala dunia di tayangkan oleh satelite yang di hubungkan dengan pesawat penerima di bumi kemudian dipancarkan ke seluruh satelit pemancar TV di belahan bumi, sehingga acara olah raga sedunia itu bisa dinikmati oleh semua orang.

Tuesday, October 2, 2012

Arsitektur Perbankan Indonesia (API)


Arsitektur Perbankan Indonesia (API)
Arsitektur Perbankan Indonesia (API) merupakan suatu kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk,  dan tatanan industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan.   Arah kebijakan pengembangan industri perbankan di masa datang yang dirumuskan dalam API dilandasi oleh visi mencapai suatu sistem perbankan yang sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Berpijak dari adanya kebutuhan blue print perbankan nasional dan sebagai kelanjutan dari program restrukturisasi perbankan yang sudah berjalan sejak tahun 1998, maka Bank Indonesia pada tanggal 9 Januari 2004 telah meluncurkan API sebagai suatu kerangka menyeluruh arah kebijakan pengembangan industri perbankan Indonesia ke depan.  Peluncuran API tersebut tidak terlepas pula dari upaya Pemerintah dan Bank Indonesia untuk membangun kembali perekonomian Indonesia melalui penerbitan buku putih Pemerintah sesuai dengan Inpres No. 5 Tahun 2003, dimana API menjadi salah satu program utama dalam buku putih tersebut.
Bertitik tolak dari keinginan untuk memiliki fundamental perbankan yang lebih kuat dan dengan memperhatikan masukan-masukan yang diperoleh dalam mengimplementasikan API selama dua tahun terakhir, maka Bank Indonesia merasa perlu untuk menyempurnakan program-program kegiatan yang tercantum dalam API.  Penyempurnaan program-program kegiatan API tersebut tidak terlepas pula dari perkembangan-perkembangan yang terjadi pada perekonomian nasional maupun internasional.  Penyempurnaan terhadap program-program API tersebut antara lain mencakup strategi-strategi yang lebih spesifik mengenai pengembangan perbankan syariah, BPR, dan UMKM ke depan sehingga API diharapkan memiliki program kegiatan yang lebih lengkap dan komprehensif yang mencakup sistem perbankan secara menyeluruh terkait Bank umum dan BPR, baik konvensional maupun syariah, serta  pengembangan UMKM.

Friday, September 28, 2012

Govong (Ifan Faizi) Menes


Pantai bagedur. Govong, Abek, Bams, Ucok, Tigar



Add caption
Editan ku pribadi hehee B-)





Logo mesjid Baitu Taqwa - Sorodot