REVITALISASI KESULTANAN BANTEN
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Kesultanan Banten, sama sekali
tidak bisa terhapus dari hamparan sejarah dunia. Ia ada tanpa dapat terbendung
karena ia mengalir bersama dahsyatnya gelombang sejarah. Lalu sejarah pula yang
menghendaki, Kesultanan Banten secara fisik dan politik lenyap, tetapi tidak
secara moral, emosional, dan kultural. Lenyapnya Kesultan Banten secara fisik
dan politik disebabkan oleh ulah tangan-tangan kaum yang, kata sejarah, orang Banten
mengutuknya. Meskipun demikian, fisik kesultanan Banten dengan segala
simbolnya, kearifan para sultan, kepahlawanan mereka, dan kegagahan mereka, termasuk
istana surosowan, kaibon, tirtayasa, dan pelabuhan Banten (Karangantu), masih
tetap melekat dibenak orang Banten. Seperti apa semua itu, sebetulnya ada dan
tergambar dibenak orang Banten.
Demikain pula orang-orang Banten
yang terusir, sultan, pangenan, dan para pejuang, di buang ke negeri nan jauh
sekalipun, bagi mereka sampai anak cucu dan keturunan meraka, bayang-bayang Kesultan
Banten selalu mentas dalam benak mereka. Pageran Abdullah, Sultan Safiudin, dan
lain-lain, serta para pejuang Geger Cilegon, diusir dan dibuang ketempat-tempat
yang pada masanya amat sangat jauh. Kini anak cucu keturunan mereka terpanggil
oleh Banten tempat leluhur mereka.
Orang Banten yang melihat
puing-puing bekas kota, istana, pasar, masjid, pelabuhan dan sebagainya, menyimpulkan
bahwa KesultananBanten itu besar, dan menyimpulkan pula bahwa kehancuranya senggaja dilakukan oleh orang-orang atau
bangsa serakah. Dihancukannya Surosowan, bukan hanya target penghancuran kota,
tetapi juga penghancuran struktur dan tatanan sebuah negeri yang punya
kepribaian. Para sultan itu lantas berketurunan, tetapi dengan lenyapnya
pranata geniologis yang lagi-lagi disegaja oleh orang-orang serakah, siapa
keturunan sultan, siapa keterunan orang-orang kepercayaan sultan, menjadi tidak
jelas atau bahkan diperebutkan dan diributkan.
Tetapi sisi penting, ternyata Kesultanan
Banten itu mempunyai daya dan kekuatan bathin yang menjadi spirit perjalanan
sejarah orang Banten. Terusirnya para sultan dan pangeran serta para pejuang Banten,
menyulut semangat juang orang Banten yang bukan sajaingin mempertahankan
negerinya tetapi sekaligus juga melawan bangsa pelakunya. Kejayaan KesultananBanten
yang berdaulat, kuat dalam politik, ekonomi, dan militernya, serta menjadi
pusat ilmu pengetahuan, seni , dan teknologi pada jamannya, menjadi spirit bagi
orang Banten untuk maju mengembalikan citra kejayaan itu. Puing-puing
peninggalan kesultanan sebagai akibat pengrusakan dan penghancuran, juga
menjadi spirit kepenasaran orang Banten, seperti apa gagahnya bangunan itu.
Spirit-spirit itulah yang menandai perjalan sejarah dan dinamika kehidupan
orang Banten.
Seorang sejarawan, Sartono
Kartodirdjo meyebutkan bahwa hampir sepanjang abad ke-19, di Banten, tiada hari
yang sepi dari pemberontakan rakyat melawan penjajah yang menghancurkanKesultanan
Banten. Perlawanan tersebut hampir seluruhnya dipimpin oleh para Kiyai dan
“bekas” pemimpin (pembesar) Kesultanan Banten. Bahkan dikatakan bahwa perisiwa Geger
Cilegon tahun 1888, salah satu pemicunya adalah kemarahan rakyat atas
kehancuran Kesultanan Banten. Lalu timbul pula spirit kemerdekaan bersama-sama
dengan “bekas” kerajaan di Nusantara.
Perjuangan rakyat Banten untuk
menjadi provinsi yang terjadi sejak tahun lima puluhan dan berhasil pada tahun
2000 (memasuki abad ke-21), spirit utamanya adalah Banten yang punya sejarah
jaya dizaman kesultanan. Betapa nyaring suara orang Banten, dengan menggenggam
spirit Kesultan Banten, hendak merubah nasib melalui pembentukan provinsi
sebagai daerah otonom selevel provinsi.
Gerak dinamis bidang pendidikan,
sosial, ekonomi, dan budaya, adalah juga terjadi karena spriti Kesultan Banten
sebagai pusat ilmupengetahuan, seni , ekonomi, dan budaya, disamping
spirit-spirit lainya, yaitu kesadaran masyarakat akan posisi wilayahnya.
Demikian pula pada dinamika pada bidang-bidang lain.
Berdasarkan fakta tersebut, efektifitas
spirit Kesultan Banten adalah hal yang amat penting. Apalagi menghadapi arus
modernisasi dan globalisai sekarang ini, meskipun sesungguhnya Kesultan Banten
dulu juga sudah modern dan global. Salah satu upaya efektifitasnya adalah
revitalisasi Kesultanan Banten, sebab menjadikan Kesulatan Banten sebagai
spirit membangun kini dan nanti, diperlukan jati diri dan kepribadian
(personaliti). Seperti apa jati diri yang dibangun itu, sebetulnya itulah yang
dimaksud dengan revitaslisasi. Bentuk kongkritnya seperti apa, harus dirumuskan
dengan sebaik-baiknya oleh forum khusus orang-orang yang punya gereget.
Terima kasih, Mohon Ma’af
Wassalamualaikum Wr. WB
TTD
Prof. Dr. H.M.A.
Tihami, M.A. MM.
Disampaikan
sebagai Keynote Speech padaSeminar Internasional Sejarah Banten, Hotel Sari Kuring
Indah Cilegon Banten, Selasa 12 Juni 2012.
No comments:
Post a Comment
Mangga bisi nu arek masihan komentar mah :)