Tuesday, June 26, 2012

REVITALISASI KESULTANAN BANTEN


REVITALISASI KESULTANAN BANTEN
(Menghadapi Arus Modernisasi dan Globalisasi)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kesultanan Banten, sama sekali tidak bisa terhapus dari hamparan sejarah dunia. Ia ada tanpa dapat terbendung karena ia mengalir bersama dahsyatnya gelombang sejarah. Lalu sejarah pula yang menghendaki, Kesultanan Banten secara fisik dan politik lenyap, tetapi tidak secara moral, emosional, dan kultural. Lenyapnya Kesultan Banten secara fisik dan politik disebabkan oleh ulah tangan-tangan kaum yang, kata sejarah, orang Banten mengutuknya. Meskipun demikian, fisik kesultanan Banten dengan segala simbolnya, kearifan para sultan, kepahlawanan mereka, dan kegagahan mereka, termasuk istana surosowan, kaibon, tirtayasa, dan pelabuhan Banten (Karangantu), masih tetap melekat dibenak orang Banten. Seperti apa semua itu, sebetulnya ada dan tergambar dibenak orang Banten.
Demikain pula orang-orang Banten yang terusir, sultan, pangenan, dan para pejuang, di buang ke negeri nan jauh sekalipun, bagi mereka sampai anak cucu dan keturunan meraka, bayang-bayang Kesultan Banten selalu mentas dalam benak mereka. Pageran Abdullah, Sultan Safiudin, dan lain-lain, serta para pejuang Geger Cilegon, diusir dan dibuang ketempat-tempat yang pada masanya amat sangat jauh. Kini anak cucu keturunan mereka terpanggil oleh Banten tempat leluhur mereka.
Orang Banten yang melihat puing-puing bekas kota, istana, pasar, masjid, pelabuhan dan sebagainya, menyimpulkan bahwa KesultananBanten itu besar, dan menyimpulkan pula bahwa kehancuranya  senggaja dilakukan oleh orang-orang atau bangsa serakah. Dihancukannya Surosowan, bukan hanya target penghancuran kota, tetapi juga penghancuran struktur dan tatanan sebuah negeri yang punya kepribaian. Para sultan itu lantas berketurunan, tetapi dengan lenyapnya pranata geniologis yang lagi-lagi disegaja oleh orang-orang serakah, siapa keturunan sultan, siapa keterunan orang-orang kepercayaan sultan, menjadi tidak jelas atau bahkan diperebutkan dan diributkan.
Tetapi sisi penting, ternyata Kesultanan Banten itu mempunyai daya dan kekuatan bathin yang menjadi spirit perjalanan sejarah orang Banten. Terusirnya para sultan dan pangeran serta para pejuang Banten, menyulut semangat juang orang Banten yang bukan sajaingin mempertahankan negerinya tetapi sekaligus juga melawan bangsa pelakunya. Kejayaan KesultananBanten yang berdaulat, kuat dalam politik, ekonomi, dan militernya, serta menjadi pusat ilmu pengetahuan, seni , dan teknologi pada jamannya, menjadi spirit bagi orang Banten untuk maju mengembalikan citra kejayaan itu. Puing-puing peninggalan kesultanan sebagai akibat pengrusakan dan penghancuran, juga menjadi spirit kepenasaran orang Banten, seperti apa gagahnya bangunan itu. Spirit-spirit itulah yang menandai perjalan sejarah dan dinamika kehidupan orang Banten.
Seorang sejarawan, Sartono Kartodirdjo meyebutkan bahwa hampir sepanjang abad ke-19, di Banten, tiada hari yang sepi dari pemberontakan rakyat melawan penjajah yang menghancurkanKesultanan Banten. Perlawanan tersebut hampir seluruhnya dipimpin oleh para Kiyai dan “bekas” pemimpin (pembesar) Kesultanan Banten. Bahkan dikatakan bahwa perisiwa Geger Cilegon tahun 1888, salah satu pemicunya adalah kemarahan rakyat atas kehancuran Kesultanan Banten. Lalu timbul pula spirit kemerdekaan bersama-sama dengan “bekas” kerajaan di Nusantara.
Perjuangan rakyat Banten untuk menjadi provinsi yang terjadi sejak tahun lima puluhan dan berhasil pada tahun 2000 (memasuki abad ke-21), spirit utamanya adalah Banten yang punya sejarah jaya dizaman kesultanan. Betapa nyaring suara orang Banten, dengan menggenggam spirit Kesultan Banten, hendak merubah nasib melalui pembentukan provinsi sebagai daerah otonom selevel provinsi.
Gerak dinamis bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya, adalah juga terjadi karena spriti Kesultan Banten sebagai pusat ilmupengetahuan, seni , ekonomi, dan budaya, disamping spirit-spirit lainya, yaitu kesadaran masyarakat akan posisi wilayahnya. Demikian pula pada dinamika pada bidang-bidang lain.
Berdasarkan fakta tersebut, efektifitas spirit Kesultan Banten adalah hal yang amat penting. Apalagi menghadapi arus modernisasi dan globalisai sekarang ini, meskipun sesungguhnya Kesultan Banten dulu juga sudah modern dan global. Salah satu upaya efektifitasnya adalah revitalisasi Kesultanan Banten, sebab menjadikan Kesulatan Banten sebagai spirit membangun kini dan nanti, diperlukan jati diri dan kepribadian (personaliti). Seperti apa jati diri yang dibangun itu, sebetulnya itulah yang dimaksud dengan revitaslisasi. Bentuk kongkritnya seperti apa, harus dirumuskan dengan sebaik-baiknya oleh forum khusus orang-orang yang punya gereget.




Terima kasih, Mohon Ma’af
Wassalamualaikum Wr. WB

TTD

Prof. Dr. H.M.A. Tihami, M.A. MM.






Disampaikan sebagai Keynote Speech padaSeminar Internasional Sejarah Banten, Hotel Sari Kuring Indah Cilegon Banten, Selasa 12 Juni 2012.



No comments:

Post a Comment

Mangga bisi nu arek masihan komentar mah :)