Ekonomi Islam Dapat Menjadi Ekonomi
Alternatif di Dunia Pada Saat Ini
Diajukan
untuk memenuhi tugas UTS pada mata kuliah :
“Perbandingan
Sistem Ekonom”
Dosen : Nurhidayah

Disusun Oleh :
M. IFAN FAIZI
101400584
Ekonomi Islam C / IV
Fakultas
Syariah dan Ekonomi Islam
Institut Agama
Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin”
Banten
2011-2012
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Segala puji bagi Allah semesta alam yang telah
memberikan segala nikmat pada semua makhluk ciptaan-Nya dan telah memberikan
akal fikiran pada manusia.
Shalawat beriring salam semoga tercurah pada baginda
besar Nabi Muhammad Saw. Yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah ke zaman
sekarang ini yang penuh kasih sayang.
Sistem ekonomi Islam berupaya menjamin tercapainya
pemenuhan seluruh kebutuhan pokok (primer) setiap warga Negara (Muslin dan
non-Muslim) secara menyeluruh. Barang-banrang berupa pangan, sandang dan papan
(perumahan) adalah kebutuhan pokok (primer)manusia yang harus dipenuhi.
Pada hakekatnya yang mengatur segala urusan makhluk
hidup dan mati di alam raya ini adalah Allah swt. Termasuk system ekonomi,
namun maniusia-lah yang berikhtiar dan menjalankannya, semoga makalah yang amat
jauh dari kesempurnaan ini bisa memberikan manfaatnya bagi kita semua.
Serang, 20 Mei 2012
Penulis
i
Daftar Isi
Kata
Pengantar i
Daftar
Isi ii
Bab
I Pendahuluan 1
A.
Latar Belakang 1
Bab
II Pembahasan 2
A.
Sejarah Perbankan Islam 2
a. Baitulmal 2
b. Sistem
pemikiran ekonomi Islam yang dirampas bangsa Eropa 2
B.
Sistem dan sifat-sifat ekonomi Islam 4
a. Sistem
ekonomi Islam 4
b. Sifat-saifat
ekonomi Islam 5
C.
Keberadaan dan fakta-fakta ekonomi
Kapitalis dan Sosialis 7
a. Ekonomi
Kapitalis 7
b. Ekonomi
Sosialis 7
D.
Ekonomi Islam merupakan ekonomi
alternative di dunia saat ini 9
a. Ekonomi
Islam tampil beda 9
b. Ekonomi
Islam banyak digunaka oleh Negara-negara yang berpenduduk mayoritas non-Muslim 11
c. Bukti
kegagalan ekonomi konvensional 12
d. Perkembangan
perbankan Islam 13
Bab
III Penutup 15
A.
Kesimpulan 15
Daftar
pustaka 16
ii
BAB
I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Islam adalah agama
yang paling benar di sisi Allah SWT. Dan menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah
sebagai pedoman umatnya. Islam memiliki
sejarah yang hebat, terutama pada waktu itu Islam merupakan sumber ilmu
pengetahuan, yang diamana para filosofi dan teori-teori berasal dari
orang-orang Islam.
Karya-karya orang Islam dikuasai ileh bangsa eropa
pada perang salib yang terjadi tiga periode, yang dimana segala karya-karya
keilmuan orang-orang Islam dirampas oleh bangsa eropa, dan mereka (bangsa
eropa) mengklaimnya sendiri.
Sistem ekonomi Islam banyak membawa pengaruh positif dan
perubahan pada dunia, dan menjadi sistem ekonomi alternative dunia saat
ini, karena itukah sistem ekonomi Islam banyak digunakan di berbagai Negara
termasuk Negara yang notabennya mayoritas muslim, sistem ekonomi Islam
berkembang cukup pesat.
BAB
II
Pembahasan
A.
Sejarah
Perbankan Islam
a.
Baitutamwil
Perbankan Islam memiliki sejarah yang unik karena
lembaga ini memiliki karakteristik tersendiri sehingga berbeda dengan perbankan konvensional itu sendiri, akan tetapi dari baitutamwil. Dalam sejarahnya, baitutamwil
merupakan lembaga keuangan pertama yang ada pada zaman Rasulallah. Lembaga
ini pertama kali hanya berfungsi untuk menyimpan kekayaan Negara dari zakat, infak, sedekah, pajak, dan harta
rampasan perang. Kemudain pada zaman pemerintahan sahabat Nabi berkembang pula lembaga lain yang disebut Baitutamwil, yang merupakan
lembaga keuangan Islam yang menampung
dana-dana masyarakat untuk diinvestasikan ke proyek-proyek atau pembiyayaan
perdagangan yang menguntungkan.[1]
b.
Sistem
Pemikiran Ekonomi Islam yang Dirampas Bangsa Eropa
Kalau
kita membuka kembali lembaran sejarah, ditemukan adanya masa yang memalukan
bagi masyarakat eropa, yaitu masa kegelapan eropa yang juga lebih dikenal
dengan Dark Ages. Ketika eropa mengalami kegelapan pada masa itu,
sebaliknya di wilayah islam sedang mengalami perkembangan ilmu pengetahuan yang
luar biasa, terjadi kemajuan di berbagai sisi. Kemajuan kerajaan islam saat itu
juga membawa pengaruh bagi orang eropa sehingga banyak orang-orang eropa datang
ke wilayah timur untuk mendalami berbagai perkembangan ilmu yang sedang
terjadi. Namun, setelah terjadinya
perang salib terjadi perampasan besar-besaran akan kekayaan intelektual yang
dimiliki umat islam.
Perang
salib terjadi dalam tiga periode,
periode pertama terjadi pada musim semi tahun 1095 M., 150.000 orang eropa,
sebagian bangsa Prancis dan Norman berangkat menuju Konstaninopel, kemudian ke
Palestina. Tentara salib yang dipimpin oleh Godfrey, Bohemond, dan Rymond ini
memeperoleh kemenangan besar.[2] Mereka juga
mendirikan kerajaan-kerajaan baru.[3]