Indonesia Ingin Menjadi Pusat Keuangan Syariah Dunia
TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA —
Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengharapkan dengan
hadirnya bursa komoditi syariah, Indonesia dapat tampil sebagai pusat keuangan
syariah terbesar di dunia.
“Kita buktikan kepada dunia internasional
bahwa kita mampu menanggalkan predikat dunia ketiga, yang selama lebih dari
tiga abad diasosiakan kepada perekonomian negeri kita,” ujar Menteri
Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, yang
membacakan sambutan mewakili Hatta, saat peluncuran perdagangan komoditi
syariah, di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (13/10/2011).
Lebih lanjut Hatta berharap semoga komoditi
syariah dapat memberikan nilai kemanfaatan besar bagi umat Islam di tanah air.
Pun semoga kehadiran komoditi syariah dapat makin memperluas ranah kegiatan
ekonomi produktif yang mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim
terbesar di dunia, tegasnya, nilai-nilai universal Islam yang terkuak dalam
ekonomi syariah juga telah diterapkan dan dijadikan sebagai bagian terpadu yang
ikut mendukung performa pembangunan ekonomi.
Penerapan sistem ekonomi syariah ditujukan
untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional, sebagai bagian dari upaya bangsa
ini membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi.
Sebagai wujud pengembangan ekonomi syariah
sejak dua tahun lalu, imbuh Hatta, bangsa ini telah memiliki Undang-undang
Nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah. UU itu telah sanggup menjadi
pranata hukum yang kuat bagi operasional perbankan syariah.
Hingga saat ini, papar Hatta, sektor
Perbankan Syariah secara konsisten telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat
signifikan. Dana pihak ketiga Perbankan Syariah terus meningkat dari Rp5,7
triliun (2003) hingga menjadi sekitar Rp89,8 triliun (Juli 2011). Penyaluran
dana syariah meningkat dari Rp5,5 triliun (2003) hingga mencapai Rp88 triliun
(Juli 2011).
Sementara Ratio Non Performance Financing
(NPF) perbankan syariah juga berada pada posisi yang sehat, yaitu berada pada
posisi 3,75 persen (Juli 2011).
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui
alamat m.tribunnews.com
No comments:
Post a Comment
Mangga bisi nu arek masihan komentar mah :)