Tuesday, June 26, 2012
BANK UMUM
BANK
UMUM
Dahulu adalah suatu badan usaha yang kegiatan utamanya menerima
simpanan
dari masyarakat dan atau pihak lainnya, kemudian mengalokasikannya kembali
untuk memperoleh keuntungan serta menyediakan jasa jasa dalam lalu lintas pembayaran. Fungsi-fungsi pokok bank umum :
dari masyarakat dan atau pihak lainnya, kemudian mengalokasikannya kembali
untuk memperoleh keuntungan serta menyediakan jasa jasa dalam lalu lintas pembayaran. Fungsi-fungsi pokok bank umum :
a) menyediakan
mekanisme dan alat pembayaran yang lebih efisien dalam
kegiatan ekonomi.
b) menciptakan
uang melalui pembayaran kredit dan investasi.
c) menghimpun
dana dan menyalurkannya kepada masyarakat.
d) menyediakan
jasa jasa pengelolaan dana dan trust atau wali amanat kepada individu dan
perusahaan.
e) menyediakan
fasilitas untuk perdagangan internasional.
f) memberikan
pelayanan peyimpanan untuk barang-barang berharga.
g) menawarkan
jasa jasa keuangan lain misalnya kartu kredit, cek perjalanan,
ATM, transfer dana, dan sebagainya.
Wholesale banking atau corporate banking adalah kegiatan
layanan bank kepada nasabah yang berskala besar. Layanan pada nasabah yang
besar (biasanya perusahaan-perusahaan besar) dibedakan dengan layanan kepada
individu.
Retail banking atau consumer banking adalah kegiatan layanan
bank kepada nasabah kecil dan menengah. ATM
adalah salah satu contoh layanan bank kepada nasabah berskala kecil dan
menengah.
Private banking adalah kegiatan layanan bank kepada nasabah
terkemuka dan orang-orang kaya yang lebih menyukai layanan secara khusus dari
bank.
REVITALISASI KESULTANAN BANTEN
REVITALISASI KESULTANAN BANTEN
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Kesultanan Banten, sama sekali
tidak bisa terhapus dari hamparan sejarah dunia. Ia ada tanpa dapat terbendung
karena ia mengalir bersama dahsyatnya gelombang sejarah. Lalu sejarah pula yang
menghendaki, Kesultanan Banten secara fisik dan politik lenyap, tetapi tidak
secara moral, emosional, dan kultural. Lenyapnya Kesultan Banten secara fisik
dan politik disebabkan oleh ulah tangan-tangan kaum yang, kata sejarah, orang Banten
mengutuknya. Meskipun demikian, fisik kesultanan Banten dengan segala
simbolnya, kearifan para sultan, kepahlawanan mereka, dan kegagahan mereka, termasuk
istana surosowan, kaibon, tirtayasa, dan pelabuhan Banten (Karangantu), masih
tetap melekat dibenak orang Banten. Seperti apa semua itu, sebetulnya ada dan
tergambar dibenak orang Banten.
Demikain pula orang-orang Banten
yang terusir, sultan, pangenan, dan para pejuang, di buang ke negeri nan jauh
sekalipun, bagi mereka sampai anak cucu dan keturunan meraka, bayang-bayang Kesultan
Banten selalu mentas dalam benak mereka. Pageran Abdullah, Sultan Safiudin, dan
lain-lain, serta para pejuang Geger Cilegon, diusir dan dibuang ketempat-tempat
yang pada masanya amat sangat jauh. Kini anak cucu keturunan mereka terpanggil
oleh Banten tempat leluhur mereka.
Orang Banten yang melihat
puing-puing bekas kota, istana, pasar, masjid, pelabuhan dan sebagainya, menyimpulkan
bahwa KesultananBanten itu besar, dan menyimpulkan pula bahwa kehancuranya senggaja dilakukan oleh orang-orang atau
bangsa serakah. Dihancukannya Surosowan, bukan hanya target penghancuran kota,
tetapi juga penghancuran struktur dan tatanan sebuah negeri yang punya
kepribaian. Para sultan itu lantas berketurunan, tetapi dengan lenyapnya
pranata geniologis yang lagi-lagi disegaja oleh orang-orang serakah, siapa
keturunan sultan, siapa keterunan orang-orang kepercayaan sultan, menjadi tidak
jelas atau bahkan diperebutkan dan diributkan.
Tetapi sisi penting, ternyata Kesultanan
Banten itu mempunyai daya dan kekuatan bathin yang menjadi spirit perjalanan
sejarah orang Banten. Terusirnya para sultan dan pangeran serta para pejuang Banten,
menyulut semangat juang orang Banten yang bukan sajaingin mempertahankan
negerinya tetapi sekaligus juga melawan bangsa pelakunya. Kejayaan KesultananBanten
yang berdaulat, kuat dalam politik, ekonomi, dan militernya, serta menjadi
pusat ilmu pengetahuan, seni , dan teknologi pada jamannya, menjadi spirit bagi
orang Banten untuk maju mengembalikan citra kejayaan itu. Puing-puing
peninggalan kesultanan sebagai akibat pengrusakan dan penghancuran, juga
menjadi spirit kepenasaran orang Banten, seperti apa gagahnya bangunan itu.
Spirit-spirit itulah yang menandai perjalan sejarah dan dinamika kehidupan
orang Banten.
Seorang sejarawan, Sartono
Kartodirdjo meyebutkan bahwa hampir sepanjang abad ke-19, di Banten, tiada hari
yang sepi dari pemberontakan rakyat melawan penjajah yang menghancurkanKesultanan
Banten. Perlawanan tersebut hampir seluruhnya dipimpin oleh para Kiyai dan
“bekas” pemimpin (pembesar) Kesultanan Banten. Bahkan dikatakan bahwa perisiwa Geger
Cilegon tahun 1888, salah satu pemicunya adalah kemarahan rakyat atas
kehancuran Kesultanan Banten. Lalu timbul pula spirit kemerdekaan bersama-sama
dengan “bekas” kerajaan di Nusantara.
Perjuangan rakyat Banten untuk
menjadi provinsi yang terjadi sejak tahun lima puluhan dan berhasil pada tahun
2000 (memasuki abad ke-21), spirit utamanya adalah Banten yang punya sejarah
jaya dizaman kesultanan. Betapa nyaring suara orang Banten, dengan menggenggam
spirit Kesultan Banten, hendak merubah nasib melalui pembentukan provinsi
sebagai daerah otonom selevel provinsi.
Gerak dinamis bidang pendidikan,
sosial, ekonomi, dan budaya, adalah juga terjadi karena spriti Kesultan Banten
sebagai pusat ilmupengetahuan, seni , ekonomi, dan budaya, disamping
spirit-spirit lainya, yaitu kesadaran masyarakat akan posisi wilayahnya.
Demikian pula pada dinamika pada bidang-bidang lain.
Berdasarkan fakta tersebut, efektifitas
spirit Kesultan Banten adalah hal yang amat penting. Apalagi menghadapi arus
modernisasi dan globalisai sekarang ini, meskipun sesungguhnya Kesultan Banten
dulu juga sudah modern dan global. Salah satu upaya efektifitasnya adalah
revitalisasi Kesultanan Banten, sebab menjadikan Kesulatan Banten sebagai
spirit membangun kini dan nanti, diperlukan jati diri dan kepribadian
(personaliti). Seperti apa jati diri yang dibangun itu, sebetulnya itulah yang
dimaksud dengan revitaslisasi. Bentuk kongkritnya seperti apa, harus dirumuskan
dengan sebaik-baiknya oleh forum khusus orang-orang yang punya gereget.
Terima kasih, Mohon Ma’af
Wassalamualaikum Wr. WB
TTD
Prof. Dr. H.M.A.
Tihami, M.A. MM.
Disampaikan
sebagai Keynote Speech padaSeminar Internasional Sejarah Banten, Hotel Sari Kuring
Indah Cilegon Banten, Selasa 12 Juni 2012.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an
Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an
SENI BACA AL-QUR’AN
( Refleksi: Dalam Kaitan Gebyar
MTQ Di S. Utara Tahun 2011 )
Drs. Khairul Akmal Rangkuti
Firman Allah dalam Al-Qur’an
Surat Al-Isra’: 9:
إِنَّ
هَـذَا الْقُرْآنَ يِهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ
الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْراً كَبِيراً
“Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk
kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang
Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar“.
Membaca Al-Qur’an dengan suara
yang indah tentu dambaan setiap muslim. Namun, keindahan itu tentu tidak akan
sempurna (atau bahkan berdosa) apabila membaca Al-Qur’an tidak sesuai dengan
kaidah bacaannya (ilmu tajwid). Lagu (Nagham) sebagai salah satu komponen
penghias Tilawah Al-Quran pun demikian, harus tetap menjaga bacaan
sesuai dengan ilmu membaca Al-Qur’an ( dalam hal ini adalah ilmu Tajwid ).
Dalam ilmu Tajwid sudah diatur bagaimana menyebut masing-masing huruf yang ada,
hukum panjang dan pendek, bacaan yang harus berdengung, hukum izhar, idgham,
iqlab, ikhfa’, dan hukum-hukum lainnya. Dalam membaca Al-Qur’an dapat
dilakukan dengan jahr (suara keras), sirr (lirih), atau di baca dalam hati.
Dalam Al-Qur’an disebutkan,
membacanya haruslah dengan tartil, sebagaimana firman Allah dalam surat
Al-Muzzammil ayat 4: ……. وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ
تَرْتِيلاً (Dan bacalah Al
Qur'an itu dengan perlahan-lahan ).
Pengertian membaca dengan
perlahan-lahan dapat dipahami dengan cara mujawwad dan tartil. Dalam
hal ini setidak-tidaknya mencakup enam unsur, yakni : bagus bacaannya,
bagus tajwidnya, bagus suaranya, bagus lagu dan variasinya, bagus pengaturan
nafasnya, serta bagus mimik wajahnya (sesuai dengan makna ayat yang dibaca).
Lalu, makna tartil itu sendiri
apa?. Sayyidina ‘Ali Karramallahu Wajhah menjelaskan sebagai berikut : Attartiilu
huwa tajwiidul huruf wa ma’rifatul wuquf, “ Tartil adalah membaguskan
huruf-huruf dan mengerti tentang tempat berhentinya bacaan”. Ada poin penting
yang perlu digaris bawahi dari pengertian yang disampaikan oleh Sayyidina ‘Ali
RA tersebut, “membaguskan huruf”. Keindahan bacaan huruf Al-Qur’an
hendaknya dijaga, bila tidak, kemungkinan besar akan merusak makna ayat yang
dibaca. Tersirat juga dalam “membaguskan huruf” ini hendaknya kita
menjaga agar tidak merusak makna Al-Qur’an, karena apa yang kita baca didengar
oleh Allah dan orang-orang mukmin di sekitar kita. Dari sini akhirnya muncul
unsur suara. Tidak heran kalau Rasulullah bersabda, artinya :
“Hiasilah Al-Qur’an dengan
suaramu karena suara yang merdu menambah keindahan Al-Qur’an” (HR Ad Darimi).
Dari Al Barra’ bin ‘Azib RA, ia
berkata : telah bersabda Rasulullah SAW :Artinya :”Hiasilah Al Quran dengan
suaramu” (HR Abu Dawud, An Nasa’i dan lain-lainnya).
Disini Jelaslah bahwa Al-Qur’an
dan Hadist sangat menganjurkan agar Al-Qur’an dibaca dengan bacaan yang bagus,
bahkan dengan suara yang merdu karena dengan begitu akan menambah nilai
keindahan Al-Qur’an. Suara yang bagus sudah tentu tidak lepas dengan irama yang
indah. Nabi Muhammad Bersabda, Artinya : “Bukanlah termasuk golonganku orang
yang tidak melagukan Al-Qur’an. “Bacalah Al Quran dengan luhun (lagu) dan
bentuk suara Arab” (HR Imam Malik dala kitabnya Al Muwatttha’ dan Imam Nasa’i
dalam sunannya, dari Abu Hudzaifah).
Hal ini diperkuat dengan firman
Allah dalam surat Al-A’raf ayat 204 :
وَإِذَا
قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُواْ لَهُ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah
baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”.
Dapat kita rasakan, betapa kita
tidak akan merasa nyaman apabila Al-Qur’an yang dibaca oleh seseorang tidak
memenuhi ketentuan bacaan yang benar, lebih-lebih bagi pendengar yang sudah
mengetahui hukum bacaan Al-Qur’an.
Orang yang beriman sangat gemar
mendengarkan bacaan Al Quran, terpanggil jiwanya untuk memahaminya, dan
mengkaji isi Al-Qur’an. Hatinya luluh akan keindahan ayat-ayat Al-Qur’an. Hati
yang kasar akan menjadi halus, seperti halnya Umar Ibnu Khattab RA saat beliau
mendengarkan bacaan Al-Qur’ an yang dikumandangkan oleh adik kandungnya Fatimah.
Allah SWT dalam firmannya
menggambarkan tentang sikap orang yang beriman:
إِنَّمَا
الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا
تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ
يَتَوَكَّلُونَ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ
يُنفِقُونَ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ
رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang
beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati
mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman
mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat
dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh
beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (ni`mat)
yang mulia.” (
Q.S. Al-Anfal: 2-4 ).
Dalam riwayat, banyak sekali diceritakan betapa besar pengaruh bacaan
Al-Qur‘an pada masa Rasulullah terhadap hati orang-orang kafir. Tidak
jarang hati orang-orang kafir
yang pada awalnya keras dan marah kepada Nabi Muhammad SAW. akhrnya berbalik
menjadi lunak dan bersedia mengikuti ajaran Al-Qur’an.
Imam Al-Karmany mengatakan bahwa
membaguskan suara dalam membaca Al-Qur’an sunnah hukumnya, sepanjang tidak
menyalahi kaidah-kaidah Tajwid. Selanjutnya, Imam ibnu Jazari juga menegaskan
bahwa bacaan Al-Qur’an yang dapat memukau pendengarnya dan dapat melunakkan hati
adalah bacaan Al-Qur’an yang baik, bertajwid, dan berirama merdu. Tetapi, meski
gaya lagunya merdu namun tidak memperhatikan Ahkamul huruf, Makharijul huruf,
dan Shifatul hurufnya hokum-hukum lainnya, maka hukumnya haram.
Dalam satu hadits yang diriwayatkan
oleh Imam Thabrani dan Imam Baihaqi dinyatakan :
“Bacalah Al Quran dengan lahan Arab (cara membaca yang baik dari pada orang Arab) dan cara-cara mereka dalam menyuarakannya. Jauhilah gaya lagu golongan fasiq dan hati-hatilah dari gaya lagu ahli kitab (Yahudi dan Nashrani). Sesungguhnya nanti akan datang beberapa kaum yang mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an hanya karena lagu seperti yang telah dilakukan para rahib (pendeta Yahudi dan Nasrani), seolah-olah mereka bukan membaca Al Quran, apa yang mereka baca tidak membekas pada diri mereka, pengagum-pengagum hanya diselimuti fitnah belaka”.
“Bacalah Al Quran dengan lahan Arab (cara membaca yang baik dari pada orang Arab) dan cara-cara mereka dalam menyuarakannya. Jauhilah gaya lagu golongan fasiq dan hati-hatilah dari gaya lagu ahli kitab (Yahudi dan Nashrani). Sesungguhnya nanti akan datang beberapa kaum yang mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an hanya karena lagu seperti yang telah dilakukan para rahib (pendeta Yahudi dan Nasrani), seolah-olah mereka bukan membaca Al Quran, apa yang mereka baca tidak membekas pada diri mereka, pengagum-pengagum hanya diselimuti fitnah belaka”.
Penutup Dan Himbauan.
Gebyar MTQ yang dilaksanakan
setiap tahunnya ( khususnya di Sumatera Utara ), diharapkan mampu menanamkan
semangat kepada ummat islam untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan sekaligus
berupaya untuk mendalami dan mempelajarinya, baik belajar untuk memperbaiki
bacaan maupun belajar untuk mengetahui isi kandungannya.
MTQ yang sudah dilembagakan
menjadi tugas Nasional di Republik Indonesia ini, diharapkan tidak semata-mata
menjadi tugas rutin belaka, tetapi hendaknya mampu memberikan motivasi bagi
segenap masyarakat untuk berupaya menimba ilmu pengetahuan yang ada di dalam
Al-Qur’an. Untuk itu, sasarannya tidak hanya tertuju kepada generasi muda
islam. Tetapi, juga kepada orang-orang tua, termasuk pejabat setempat sesuai
dengan tingkatan dilaksanakannya MTQ tersebut.
Ada tanda tanya besar
dibenak penuulis: Apakah pimpinan di suatu Daerah dengan segenap jajarannya
yang diwilayahnya dilaksanakan MTQ sudah memiliki kemampuan membaca
Al-Qur’an ? atau kalau sudah bisa membaca Al-Qur’an, sudah benarkah bacaan
mereka ?. Jangan sampai para pejabat seperti papatah yang mengatakan tentang
Falsapah Lilin: Dia mampu menerangi sekitarnya, namun dirinya sendiri mengalami
kegelapan. Ironi dan sangat menyedihkan.
Untuk itu pelaksanaan MTQ
hendaknya tidak hanya sekedar rutinitas ritual belaka, tetapi jadikan MTQ
sebagai momentum untuk lebih giat mendalami dan mempelajari Al-Qur’an.
Himbauan……………..!
Mari terus belajar dan mendalami
ilmu-ilmu Al-Qur’an agar Al-Qur’an benar-benar menjadi petunjuk yang menyinari
kehidupan kita.
Ingatlah…………..! Orang bijak
mengatakan : Seorang muslim yang tidak pandai membaca Al-Qur’an tidak
ubahnya seperti orang yang punya perahu tapi patah dayungnya.
( Bila anda berkenan dengat
tulisan ini, silakan sampaikan pada teman-teman yang lain, semoga bermanfaat
)
Tuesday, June 19, 2012
Mudharabah
BAB I
Pendahuluan
a.
Latar
Belakang
Bank
syariah memiliki sebuah tujuan yang sangat baik dibandingkan dengan bank
konvensional, yaitu mengedepankan kemajuan dan perkembangan perekonomian masyarakat.
Namun yang memperihatinkan adalah, masyarakat kurang atau tidak faham dengan
operasional dan produk-produk yang ada di bank syariah, dam minimumnya
sumberdaya manusia sebagai tenaga kerja perbankan syariah.
Hal
ini tentu menjadi PR besar bagi kita
semua agar masyarakat bisa percaya pada bank syariah daripada bank konvensional
demi mensejahterakan masyarakat.
b.
Tujuan
Segala
yang kita lakukan pasti mempunyai maksud dan tujuannya masing-masing, Begitu
juga dengan penyusunan makalah ini, yaitu bertujuan agar mahasiswa dapat:
a.
Mengerti tentang produk-produk bank
syariah terutama dalam hal mudharabah.
b.
Mengerti bagaimana cara
meng-implementasikan mudharabah.
c.
Mempraktekkan serta mengajak masyarakat
untuk bergabung dan memajukan perbankan syariah.
BAB
II
Pembahasan
a. Pengertian Mudharabah
Mudharabah, qiradh,
dan mu’amalah pada dasarnya merupakan
bentuk-bentuk usaha kemitraan (syarikah/partnership).
Term mudharabah dipakai oleh penduduk irak, sedangkan penduduk hijaz, menyebut qiradh, yang berasal dari kata al-qardh, berarti memotong atau
mengambil sebagian, karena pemilik modal mengambil sebagian modalnya untuk
dikelola kemudian sebagian keuntungan menjadi miliknya.
Mudharabah
secara bahasa berasal dari kata dharb, yang
berarti memukul atau berjalan. Dikatakan
demikian karena pada zaman dahul mudharib,
harus bepergian jauh dimuka bumi untuk melakukan kegiatan komersial dengan maksud
untuk mencari keuntungan.
Sedangkan
secara terminologi, mudharabah,
adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak, pihak pertama sebagai pemodal (shahib al-mal) dan pihak kedua sebagai
penanggung jawab pengolaan (mudharib).[1]
Mudaharabah
berdasarkan ahli fiqih merupakan suatu perjanjian diamana seseorang memberikan hartanya kepada orang lain
berdasarkan prinsip dagang di mana keuntungan yang diperoleh akan dibagi
berdasarkan porsi yang telah disetujui seperti ½ dari keuntungan atau ¼ dan
sebagainya. Disini kita akan memaparka bahwa mudharaah secara umum merupakan
suatu perjanjian perkongsian dimana yang saling berkongsi saling membagi
keuntungan dan kerugian berdasarkan ekuiti.[2]
Monday, June 18, 2012
Rastafarian
Jawaban: Kata “Rastafarianism” sering disebut memperhatikan gambar stereotip gimbal (kepang panjang atau kunci alami rambut), ganja (mariyuana), jalan-jalan di Kingston, Jamaika, dan irama reggae Bob Marley. Rastafarian tidak memiliki pemimpin universal diakui, tidak ada universal disepakati prinsip-prinsip yang menentukan. Ini adalah kesadaran gerakan-hitam Afro-Karibia-dan ada pemisahan antara agama dan kesadaran sosial yang menyertainya, sehingga orang dapat menghargai apa Rasta coba lakukan secara sosial sementara tidak memeluk agama.
Gerakan ini mengambil namanya dari judul Dalam bahasa (Amharik) Ethiopia “Ras Tafari.”, Ras berarti “kepala”, “pangeran”, atau “panglima”, dan Tafari berarti “ditakuti” Dalam sistem. Rastafarianism, istilah adalah referensi paling terutama ke Ras Tafari Makonnen (1892-1975), yang menjadi Kaisar Ethiopia Haile Selassie I (nama Kristen baptisnya) setelah penobatannya pada tahun 1930, ketika Selassie dipuji dengan judul “Singa Yehuda , Elect Tuhan, Raja segala raja. “Ini mengirimkan gelombang kejut melalui Afro-Karibia budaya. Di jalan-jalan di Kingston, Jamaika, pengkhotbah seperti Joseph Hibbert mulai menyatakan bahwa Haile Selassie adalah Mesias yang telah lama ditunggu, kedatangan kedua Kristus. Maka lahirlah satu lagu Rastafari, yang tampak untuk Selassie sebagai Allah yang hidup dan hitam mesias yang akan menggulingkan tatanan yang ada dan mengantar pemerintahan kulit hitam.
Lain lagu dari Rasta telah bermunculan di samping jalur yang mesianik. Kelompok ini berakar pada Leonard Percival Howell dan memiliki unsur-unsur yang pasti Hindu.Suatu saat di-awal hingga pertengahan 1930-an, Howell menghasilkan pamflet 14-halaman, “Kunci Dijanjikan,” meletakkan yang dasar untuk sebuah lagu kedua dalam Rastafarianism yang lebih dipengaruhi Hindu-dengan banyak Rosikrusianisme di dalamnya. Banyak pemimpin di trek ini juga telah Freemason. Hasilnya adalah semacam panteisme Rastafarian yang mencari “Roh Singa di kita masing-masing:. Semangat Kristus”
Sebuah ringkasan teologi Rastafarian, terbukti di trek panteistik: keyakinan bahwa “Allah adalah manusia dan manusia adalah Tuhan”; bahwa keselamatan duniawi; bahwa manusia dipanggil untuk merayakan dan melindungi kehidupan, bahwa kata yang diucapkan, sebagai perwujudan sebuah dari kehadiran ilahi dan kekuasaan, dapat membuatnya dan membawa kehancuran; dosa yang bersifat pribadi dan perusahaan, dan bahwa saudara-saudara Rasta adalah orang-orang memilih untuk mewujudkan kekuatan Allah dan mempromosikan perdamaian di dunia.
Kedua jejak Rasta adalah kontras yang dinyatakan dalam Alkitab.Pertama, Haile Selassie bukan Mesias. Mereka yang menyembah Dia seperti memuja dewa palsu. Hanya ada satu Raja segala Raja, salah satu Singa Yehuda, dan itu adalah Yesus Kristus (lihat Wahyu 5:5; 19:16), yang akan kembali di masa depan untuk mendirikan kerajaan-Nya di bumi. Mendahului kedatangan-Nya, akan ada kesusahan besar, setelah itu seluruh dunia akan melihat Yesus “datang dalam awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (lihat Matius 24:29-31). Haile Selassie adalah seorang pria dan, seperti semua pria, ia lahir, ia tinggal, dan ia meninggal.Yesus Kristus, Mesias sejati, masih hidup dan duduk di sebelah kanan Bapa (Ibrani 10:12).
Jalur panteistik dari Rasta sama palsu dan berbasis pada kebohongan yang sama bahwa Setan telah memberitahu manusia sejak taman Eden: “Anda akan menjadi seperti Allah” (Kejadian 3:4). Ada satu Allah, tidak banyak, dan meskipun orang percaya memiliki Roh Kudus dan kita milik Allah, kita bukan Tuhan. ”Sebab aku Allah, dan tidak ada yang lain, Akulah Allah, dan tidak ada yang seperti Aku” (Yesaya 46:9).Selanjutnya, keselamatan bukanlah duniawi, yang lain “keselamatan karena perbuatan” ide, dan salah satu yang anti-Alkitab. Tidak ada jumlah perbuatan duniawi atau perbuatan baik bisa membuat kita diterima oleh Allah yang suci dan sempurna, itulah sebabnya Dia mengutus Anak-Nya kudus dan sempurna untuk mati di kayu salib untuk membayar hukuman dosa kita (2 Korintus 5:21). Akhirnya, Rastafarian bukan orang pilihan Allah. Alkitab jelas bahwa orang Yahudi adalah umat pilihan Allah dan bahwa Dia belum menyelesaikan rencana-Nya bagi penebusan mereka (Keluaran 6:7; Imamat 26:12, Roma 11:25-27).
Direkomendasikan Sumber: Faith tetangga oleh Winfried Corduan
Sejarah Google

Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik.
Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan (24), yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid (23) yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.
Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.
Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.
Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.
Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. ''Kami bertemu dengan Andy pada pagi buta, di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto,'' ujar Sergey. ''Kami memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama. Lalu, dia hanya berkata, 'Mengapa tidak aku tulis cek untuk kalian?''
Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS diberikan oleh Andy Bechtolsheim. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.
Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California.
Penamaan Google
Nama Google dengan dua 'o' pun unik. Sebab, jika data hasil pencarian ditemukan, jumlah 'o' akan muncul sebanyak web yang didapat oleh mesin pencari.
Kata Google berasal dari kata googol. Kata ini berhasil diciptakan oleh Milton Sirotta, keponakan Edward Kasner, seorang ahli matematika dari AS. Sirotta membuat istilah googol untuk menyebutkan angka satu (1) yang diikuti 100 angka nol (0).
Luar biasa. Googol merupakan kata yang menunjukkan sebuah bilangan yang sangat besar jumlahnya. Bilangan yang melebihi bilangan miliar atau triliun. Dan di alam semesta ini tak ada benda yang berjumlah hingga googol-an. Tidak itu bintang, tidak itu partikel debu, dan tak pula atom.
Karena itu, penggunaan kata Google merupakan refleksi dari kata googol. Dengan kata tersebut, Google berusaha merefleksikan dirinya sebagai perusahaan yang memiliki misi mengelola sesuatu yang sangat luas dan tak terbatas. Dan itu hanya terdapat pada dunia saiber tempat informasi melimpah tanpa batas.
Sumber:
Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.
Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.
Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.
Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. ''Kami bertemu dengan Andy pada pagi buta, di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto,'' ujar Sergey. ''Kami memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama. Lalu, dia hanya berkata, 'Mengapa tidak aku tulis cek untuk kalian?''
Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS diberikan oleh Andy Bechtolsheim. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.
Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California.
Penamaan Google
Nama Google dengan dua 'o' pun unik. Sebab, jika data hasil pencarian ditemukan, jumlah 'o' akan muncul sebanyak web yang didapat oleh mesin pencari.
Kata Google berasal dari kata googol. Kata ini berhasil diciptakan oleh Milton Sirotta, keponakan Edward Kasner, seorang ahli matematika dari AS. Sirotta membuat istilah googol untuk menyebutkan angka satu (1) yang diikuti 100 angka nol (0).
Luar biasa. Googol merupakan kata yang menunjukkan sebuah bilangan yang sangat besar jumlahnya. Bilangan yang melebihi bilangan miliar atau triliun. Dan di alam semesta ini tak ada benda yang berjumlah hingga googol-an. Tidak itu bintang, tidak itu partikel debu, dan tak pula atom.
Karena itu, penggunaan kata Google merupakan refleksi dari kata googol. Dengan kata tersebut, Google berusaha merefleksikan dirinya sebagai perusahaan yang memiliki misi mengelola sesuatu yang sangat luas dan tak terbatas. Dan itu hanya terdapat pada dunia saiber tempat informasi melimpah tanpa batas.
Sumber:
Sejarah sepak bola
Meski manjadi olahraga yang paling terkenal, namun banyak orang belum tahu sejarah sepabola yang sesungguhnya. Banyak yang mengira bahwa orang Inggris adalah penemu permainan sepakbola, padahal dari literature yang ada, termasuk pernyataan FIFA sendiri, yang memperkenalkan bentuk pertama permainan sepabola adalah negeri China. Fakta sejarah mengatakan bahwa pada abad kedua dan ketiga sebelum masehi, telah dikenal permainan bernama Cuju di China yang dimainkan oleh para tentara. Mereka saling menendang suatu benda ke titik tertentu.
Inggris memang memiliki peran besar dalam sejarah sepakbola. Negara ratu Elisabeth ini merupakan yang pertama menerapkan peraturn dalam bermain sepakbola. peraturan itu dibuat karena pada abad ke 19, sepakbola memiliki banyak sekali versi yang berbeda satu sama lain. peraturn itu dibuat untuk menyeragamkan perbedaan. Inggris sendiri mengenal sepakbola sejak abad ke delapan; yang menjadi pondasi permainan sepakbola modern. Namun, sepakbola pada waktu itu belum seperti sekarang. Masih banyak poin dan aturan yang ditambahkan seiring dengan berjalannya waktu.
Seiring dengan berjalannya waktu dan tuntutan, banyak aturan – aturan baru ditambahkan. Contohnya penggunaan kartu kuning dan merah. Kedua kartu hukuman tersebut dipakai pertama kali di ajang piala dunia 1970. Sejarah sepakbola juga mengenal berbagai macam kompetisi yang bergulir. Kompetisi yang tertua adalah kompetisi Piala FA di Inggris, yang masih diselenggarakan hingga saat ini.
Manfaat gerakan shalat bagi kesehatan tubuh
Shalat ternyata tidak hanya menjadi
amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling
proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah
gudang obat dari berbagai jenis pnyakit.
Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis
apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua
perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar
bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam
ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat.
Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka.
Begitu pula dengan shalat. Ibadah
shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh
manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat
masing-masing. Misalnya:
Takbiratul Ihram
Ruku’
I’tidal
Sujud
Duduk di antara sujud
CERPEN, NOVEL, DAN DRAMA SERTA CIRI-CIRI DAN UNSUR-UNSUR YANG TERDAPAT DI DALAMNYA
BAB
1
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Dewasa ini,
banyak siswa siswa yang kurang memahami akan arti cerpen, novel dan drama serta
unsure-unsur yang terkandung didalamnya , dengan demikian maka dibuatlah makalah ini yang bertujuan
untuk mempermudah siswa-siswi dalam memahami cerpen, novel, dan drama serta unsur-unsur
yang terkandung didalamnya.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar
belakang diatas, penulis merumuskan masalah untuk memperjelas ,dan menghindari
penyimpangan yang mungkin terjadi pada tujuan penulisan. Rumusan ini antara
lain:
1)
Apa yang disebut dengan cerpen, novel, dan
drama?
2)
Apa ciri-ciri cerpen, novel, dan drama?
3)
Unsur-unsur apa saja yang terdapat didalam
cerpen, novel, dan drama?
C. Tujuan
Penulisan
Dengan bertitik tolak pada perumusan
masalah maka, tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini:
1)
Untuk mengetahui arti dari carpen, novel, dan
drama
2)
Untuk mengetahu
ciri-ciri cepen , novel, dan drama
3)
Untuk mengetahui
unsur-unsur yang terdapat dalam cerpen, novel, dan drama
D. Manfaat
penulisan
Dalam penulisan
makalah ini, penulis berharap Siswa-siswi dapat mengetahui lebih jelas tentan g
cerpen, novel, dan drama berikut cirri-ciri dan unsur-unsur yang terkandung
didalamnya, semoga makalah ini dapat barmanfaat b agi pembaca dan khususnya
bagi penulis.
E. Metode
Penelitian
Dalam metode
penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode penelitian pustaka
F. Sistematika
Penulisan
Pada makalah ini
penulis menyajikan hasil penelitian adengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN: terdiri dari latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan penulisan,
manfaat penulisan, metode
penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II PEMBAHASAN: terdiri dari pembahasan
materi yang akan dijelaskan mengenai pengertian, ciri-ciri, dan unsur-unsur
yang terkandung didalam cerpen, novel dan drama
BAB III PENUTUP : yang berisikan kesimpulan dan saran.
Indonesia Ingin Menjadi Pusat Keuangan Syariah Dunia
Indonesia Ingin Menjadi Pusat Keuangan Syariah Dunia
TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA —
Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengharapkan dengan
hadirnya bursa komoditi syariah, Indonesia dapat tampil sebagai pusat keuangan
syariah terbesar di dunia.
“Kita buktikan kepada dunia internasional
bahwa kita mampu menanggalkan predikat dunia ketiga, yang selama lebih dari
tiga abad diasosiakan kepada perekonomian negeri kita,” ujar Menteri
Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, yang
membacakan sambutan mewakili Hatta, saat peluncuran perdagangan komoditi
syariah, di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (13/10/2011).
Lebih lanjut Hatta berharap semoga komoditi
syariah dapat memberikan nilai kemanfaatan besar bagi umat Islam di tanah air.
Pun semoga kehadiran komoditi syariah dapat makin memperluas ranah kegiatan
ekonomi produktif yang mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim
terbesar di dunia, tegasnya, nilai-nilai universal Islam yang terkuak dalam
ekonomi syariah juga telah diterapkan dan dijadikan sebagai bagian terpadu yang
ikut mendukung performa pembangunan ekonomi.
Penerapan sistem ekonomi syariah ditujukan
untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional, sebagai bagian dari upaya bangsa
ini membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi.
Sebagai wujud pengembangan ekonomi syariah
sejak dua tahun lalu, imbuh Hatta, bangsa ini telah memiliki Undang-undang
Nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah. UU itu telah sanggup menjadi
pranata hukum yang kuat bagi operasional perbankan syariah.
Hingga saat ini, papar Hatta, sektor
Perbankan Syariah secara konsisten telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat
signifikan. Dana pihak ketiga Perbankan Syariah terus meningkat dari Rp5,7
triliun (2003) hingga menjadi sekitar Rp89,8 triliun (Juli 2011). Penyaluran
dana syariah meningkat dari Rp5,5 triliun (2003) hingga mencapai Rp88 triliun
(Juli 2011).
Sementara Ratio Non Performance Financing
(NPF) perbankan syariah juga berada pada posisi yang sehat, yaitu berada pada
posisi 3,75 persen (Juli 2011).
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui
alamat m.tribunnews.com
Mekanisme pasar dalam Islam
BAB I
PENDAHULUAN
Pasar, negara, individu dan masyarakat selalu menjadi
diskursus hangat dalam ilmu ekonomi.
Menurut ekonomi kapitalis (klasik), pasar memainkan peranan yang
sangat penting dalam sistem perekonomian. Ekonomi kapitalis
menghendaki pasar bebas untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi,
mulai dariproduksi, konsumsi sampai distribusi. Semboyan kapitalis adalah
lassez faire et laissez le monde va de lui meme
(Biarkan ia berbuat dan biarkan ia berjalan, dunia akan mengurus diri
sendiri). Maksudnya, biarkan sajalah perekonomian berjalan dengan wajar tanpa
intervensi pemerintah, nanti akan ada suatu tangan tak terlihat
(invisible hands) yang akan membawa perekonomian
tersebut ke arah equilibrium.
Jika banyak campur tangan pemerintah,
maka pasar akan mengalami distorsi yang akan membawa perekonomian pada ketidak
efisienan (inefisiency) dan ketidak seimbangan. Menurut konsep tersebut, pasar
yang paling baik adalah persaingan bebas (free competition), sedangkan
harga dibentuk oleh kaedah supply and demand.
Prinsip pasar bebas akan menghasilkan equilibrium dalam
masyarakat, di mana nantinya akan menghasilkan upah (wage)
yang adil, harga barang (price) yang stabil dan kondisi tingkat pengangguran yang
rendah (fullemployment).
Untuk itu peranan negara dalam ekonomi sama
sekali harus di minimalisir, sebab kalau negara turun campur bermain
dalam ekonomi hanya akan menyingkirkan sektor swasta
sehingga akhirnya mengganggu equilibrium pasar. Maka dalam
paradigma kapitalisme, mekanisme pasar diyakini akan menghasilkan suatu
keputusan yang adil dan arif dari berbagai kepentingan yang bertemu di
pasar. Para pendukung paradigma pasar bebas telah melakukan berbagai
upaya akademis untuk menyakinkan bahwa pasar adalah sebuah sistem yang
mandiri (self regulating).
BAB II
PEMBAHASAN
A.
ISLAM DAN
SISTEM PASAR
Berdagang adalah aktivitas yang paling umum
dilakukan di pasar. Untuk itu ayat Alquran selain memberikan simulasi imperatif
untuk berdagang, di lain pihak juga mencerahkan aktivitas tersebut dengan
sejumlah aturan main yang bisa diterapkan di pasar dalam upaya menegakkan
kepentingan semua pihak, baik individu maupun kelompok. Konsep islam menegaskan
bahwa pasar harus berdiri di atas prinsip persaingan bebas. Namun demikian
bukan berarti kebebasan tersebut berlaku mutlak, akan tetapi kebebasan yang
dibungkus oleh bingkai aturan syariah.
B. HARGA DAN PASAR PERSAINGAN SEMPURNA PADA PASAR
ISLAMI
Konsep islam memahami bahwa pasar dapat
berperan efektif dalam kehidupan ekonomi bila prinsip persaingan bebas dapat
berlaku secara efektif. Pasar tidak mengharapkan adanya intervensi dari pihak
manapun, tidak terkecuali negara dengan otoritas penentuan harga atau private
sektor dengan kegiatan monopolistik ataupun lainnya. Pada dasarnya pasar tidak
membutuhkan kekuasaan yang besar untuk menentukan apakah yng harus dikonsumsi
dan diproduksi. Tiap individu dibebaskan memilih sendiri apa yang dibutuhkan
dan bagaimana memenuhinya.
Subscribe to:
Posts (Atom)